Petar menyoroti Arema Indonesia IPL dan Persiraja Banda Aceh yang tetap memainkan pemainnya padahal mereka mendapat hukuman dari PSSI. Pemain yang dimaksud adalah dua skuad Arema yaitu Hermawan dan Eka Hera, serta kapten Persiraja, Abdoulaye Djibril.
Hermawan dan Eka masing-masing didenda Rp 50 juta dan larangan tampil tiga pertandingan. Sedangkan Djibril mendapat kartu merah ketika mengasari Ilija Spasojevic di Makassar.
Tetapi, saat kedua tim bersua dalam lanjutan IPL di Malang dan dimenangkan Arema dengan skor 2-1, ketiga pemain tersebut ternyata ikut tampil. Hal ini yang membuat Petar heran karena kedua klub sepertinya sudah tidak mengikuti aturan dari PSSI.
Petar meminta keadilan PSSI karena sebelumnya Spaso dilarang membela timnya pada laga leg kedua babak 16 besar Piala Indonesia melawan Arema Indonesia. Petar tidak bisa menerima keputusan tiga pemain itu boleh dimainkan.
"PSM mengikuti aturan PSSI dengan tidak memainkan Spaso saat melawan Arema di Piala Indonesia karena PSSI melarang. Tapi kenapa PSSI dan PT LPIS sepertinya tutup mata dan membolehkan tiga pemain itu bermain? Mereka itu dihukum jadi seharusnya tidak boleh main," kecam Petar.
"Pemain yang kena kartu merah dan diskorsing tapi masih dimainkan, harusnya klub bersangkutan kalah. Itu aturan sepakbola di seluruh dunia. Saya hanya ingin melihat sepak bola Indonesia maju," kata Petar. (nda/end)
08 Jun, 2012
-
Source: http://www.bola.net/indonesia/petar-segrt-lagi-lagi-kritik-pssi-aa5213.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com




0 komentar:
Posting Komentar