"Itu solusi konyol. Sebab, mencerminkan jika La Nyala tidak mengetahui aturan. Mana mungkin KONI atau Menpora mengurus persepakbolaan, khususnya Timnas," terang Limbong kepada Bola.net.
"Sebab, tugas tersebut hanya bisa dilakukan PSSI yang mendapatkan kepercayaan dari FIFA dan AFC," sambungnya.
Sebelumnya, La Nyalla menuding jika Timnas masih dikelola oleh PSSI yang sah, Djohar Arifin Husin, maka klub-klub yang berlaga di Indonesia Super League, (ISL) menolak bergabung karena ada beberapa klub di Indonesian Premier League (IPL) yang bukan anggota asli PSSI, seperti PSMS Medan dan Persema Malang.
Padahal, sejak PSSI berencana, dan akhirnya mewujudkan, mengembalikan pemain-pemain ISL ke daftar pemain Timnas, langsung disambut gembira para pemain Timnas senior seperti Ponaryo Astaman.
Meski tidak mudah, pemain milik Sriwijaya FC sekaligus Presiden Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) tersebut tetap optimis asalkan PSSI melakukan pendekatan khusus kepada klub agar mau melepas para pemainnya ke Timnas.
"Mekanisme pemanggilan pemain ke Timnas, memang harus diketahui klub-klub tempat pemain yang bersangkutan bermain," kata Ponaryo. (esa/dzi)
14 Apr, 2012
-
Source: http://www.bola.net/tim_nasional/timnas-tetap-harus-dikelola-pssi-57403b.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com



0 komentar:
Posting Komentar