Banyak yang bisa dipetik dari laga di Amsterdam ArenA ini, Kamis (15/11), tapi sebagian besar beraroma negatif. Hal tersebut bisa dilihat dari siulan para penonton setelah peluit panjang. Salah satu bukti nyata kenapa banyak orang menyebut uji coba internasional sebagai hal yang sia-sia.
Belanda kontra Jerman merupakan salah satu bentrokan terpanas di pentas internasional. Contoh terkini bisa dilihat di pentas Euro 2012 beberapa waktu lalu. Saat itu, langkah Oranje terhenti di fase grup setelah menelan tiga kekalahan beruntun, salah satunya dari sang rival. Bertemu lagi, meski hanya sekadar uji coba, Belanda sepertinya berharap menuntaskan dendamnya terhadap pasukan Joachim Loew itu. Namun, ekspektasi besar di awal ternyata tak sesuai kenyataan.
Tanpa Robin van Persie maupun Wesley Sneijder, Belanda memang menciptakan sejumlah peluang, tapi secara garis besar mereka tampak tak punya hasrat untuk menyerang.
Di lain pihak, Jerman, yang tak diperkuat Bastian Schweinsteiger, Miroslav Klose serta Mario Gomez, juga sama.
Berdasarkan statistik pertandingan yang dirangkum ESPN, total hanya ada tiga shot on target dalam laga ini. Tiga untuk Belanda dan satu untuk Jerman.
Hasil ini memperpanjang rekor negatif Belanda atas Jerman, yaitu tak pernah menang selama lebih dari satu dekade terakhir.
Dengan laga tadi, berarti rekor head-to-head mereka adalah 15 kemenangan untuk Jerman, 10 untuk Belanda, sedangkan 15 sisanya berkesudahan imbang.
Susunan pemain Belanda: Vermeer; Van Rhijn (Janmaat 46'), Heitinga (de Vrij 46'), Vlaar, Martins; De Jong, Van der Vaart (Emanuelson 72'), Afellay (van Ginkel 59'); Schaken, Kuyt, Robben (Elia 46').
Susunan pemain Jerman: Neuer; Howedes, Mertesacker, Hummels, Lahm; Lars Bender (Sven Bender 82'), Gundogan; Muller (Schurrle 84'), Gotze (Podolski 72'), Holtby (Neustadter 87'); Reus (Draxler 90+2'). (bola/gia)
15 Nov, 2012
-
Source: http://www.bola.net/piala_dunia/review-duel-klasik-di-amsterdam-berakhir-tanpa-gol-f8d072.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com



0 komentar:
Posting Komentar