Menjamu Tottenham di Giuseppe Meazza, Jumat (15/3), Inter punya misi berat dan bisa dibilang nyaris mustahil, yakni membalikkan defisit 0-3 dari leg pertama. Gol Antonio Cassano, Rodrigo Palacio dan bunuh diri William Gallas membuat agregat sama kuat dan memaksa digelarnya extra time. Emmanuel Adebayor memberi Spurs satu gol krusial sebelum Ricardo Alvarez menjadikannya 4-1 di 10 menit terakhir waktu ekstra. Agregat akhir sama kuat 4-4, tapi gol away Adebayor membuat Inter gagal masuk delapan besar.
Butuh kemenangan minimal empat gol tanpa balas, pasukan Andrea Stramaccioni pun tak mau membuang-buang waktu. Mereka langsung menekan sejak kick-off babak pertama.
Pada menit 20, meneruskan crossing Palacio dengan sundulan jarak dekat, Cassano membobol gawang Brad Friedel, dan menghidupkan asa La Beneamata.
Tujuh menit babak kedua berjalan, memanfaatkan assist Esteban Cambiasso, Palacio mengubah skor jadi 2-0, dan Inter pun semakin bersemangat menyerang.
Stramaccioni lalu mengganti Fredy Guarin dengan Alvarez. Di menit 75, tendangan bebas Cassano dari luar arena memaksa Gallas membelokkan bola ke gawangnya sendiri. Inter 3, Spurs 0. Agregat jadi sama kuat 3-3, dan Giuseppe Meazza pun bergemuruh.
Tanpa motor serangan Gareth Bale, yang harus absen akibat akumulasi kartu, Tottenham kesulitan menembus pertahanan disiplin Inter. Sang wakil Inggris punya satu peluang emas untuk mengakhiri perlawanan Inter lewat tendangan jarak jauh Kyle Naughton, tapi Samir Handanovic menjaga gawangnya dengan brilian.
Di masa injury time babak kedua, Inter mendapatkan kesempatan untuk menutup laga dengan sensasional, tapi tendangan Cambiasso dari dalam area masih sedikit melebar di samping gawang Friedel. Duel pun dilanjutkan ke babak ekstra.
Enam menit babak perpanjangan dimulai, Inter terlempar dalam situasi sulit setelah Adebayor mencetak satu gol away untuk Tottenham memanfaatkan bola rebound hasil tendangan keras Dembele yang ditepis Handanovic.
Inter pun harus mencetak dua gol untuk lolos. Inter lalu mengancam lewat tendangan melengkung Cassano di paruh kedua extra time, tapi masih ditepis Friedel. Pada menit 110, serangan Inter membuahkan hasil ketika crossing Cassano dituntaskan Alvarez dengan sundulan. Inter butuh satu gol lagi.
Kapten Javier Zanetti tak henti memberi motivasi pada rekan-rekannya, tapi gol yang mereka incar tak juga tercipta, bahkan hingga peluit panjang.
Tottenham diunggulkan oleh satu gol away Adebayor, sedangkan Inter terpaksa mengakhiri kisah mereka di Eropa musim ini, tapi dengan cara yang terhormat.
Susunan pemain Inter: Handanovic; Jonathan (Ranocchia 107'), Juan Jesus (kuning 114'), Chivu, Zanetti; Kovacic (Benassi 79'), Cambiasso, Gargano, Guarin (Alvarez 71'); Cassano, Palacio.
Susunan pemain Tottenham: Friedel (kuning 44'); Walker (kuning 78'), Gallas, Vertonghen, Naughton (Caulker 104'); Livermore (kuning 14') (Lennon 70'), Parker, Dembele, Sigurdsson; Adebayor (kuning 115'), Defoe (Holtby 56').
Statistik Inter - Tottenham (via WhoScored.com)
Shots: 20 - 12
Shots on goal: 12 - 5
Penguasaan bola: 50% - 50%
Pelanggaran: 15 - 13
Corner: 7 - 5
Offside: 8 - 5
Kartu kuning: 1 - 4
Kartu merah: 0 - 0. (bola/gia)
15 Mar, 2013
-
Source: http://www.bola.net/uefa/review-akhir-perlawanan-hebat-inter-f2928e.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com



0 komentar:
Posting Komentar